Jatimekspos.com-SUMENEP , Kegiatan lomba Imtihan di Yayasan Ummu Habsah yang terletak di Dusun Taroh, Desa Ambunten Barat, kini menjadi sorotan dan dikeluhkan oleh para wali murid. Hal ini disebabkan karena besaran biaya sumbangan yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan. minggu (10/05/2026).
Ali Hasan, salah satu tokoh masyarakat dan wali murid, angkat bicara terkait kebijakan pengurus lembaga tersebut.
💸 Biaya Membengkak hingga Rp 450 Ribu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan Ketua Lembaga, Kiai Syaiful, pada awal pertemuan disebutkan bahwa total akumulasi biaya kegiatan mencapai sekitar Rp 17.000.000. Seluruh biaya tersebut ditanggung sepenuhnya oleh wali Murid.
“Awalnya dimintakan sumbangan sekitar Rp 350.000 per anak. Kemudian bagi murid yang mau lulus, diminta tambahan Rp 50.000 dengan alasan untuk sewa baju,” ungkap Ali Hasan.
Namun, beberapa hari kemudian terjadi perubahan keterangan. Menurut Nyai Ideh, tambahan Rp 50.000 tersebut ternyata bukan untuk sewa baju, melainkan untuk biaya ijazah dan foto kopi.
“Sedangkan untuk sewa baju aslinya, wali murid harus mengeluarkan lagi sebesar Rp 50.000. Jadi total yang harus dikeluarkan mencapai Rp 450.000 per anak. Ini sangat memberatkan kami,” tegasnya.
⚠️ HARUSNYA DANA BOS YANG MEMBIAYAI
Ali Hasan menegaskan dengan keras bahwa biaya untuk ijazah, foto kopi, dan administrasi itu seharusnya sudah menjadi tanggung jawab sekolah dan sudah ada anggarannya dari DANA BOS PEMERINTAH.
“Itu kan biaya rutin sekolah! Masa ijazah dan foto kopi minta lagi ke orang tua? Itu tugasnya Dana Bos yang membiayai, bukan membebani wali murid,” tegasnya.
Lebih jauh ia menambahkan, sekolah yang sudah menerima Dana BOS seharusnya tidak lagi membebani orang tua untuk hal-hal pokok seperti itu.
“Lomba itu kan sifatnya hanya hiburan dan penyemangat, bukan kewajiban yang menghukum ekonomi orang tua. Pengurus harus tahu aturan main dan undang-undang yang berlaku. Jangan asal bicara (‘nyocot’) seenaknya sendiri tanpa memikirkan nasib ekonomi wali murid,” tambahnya.
Harapannya, kedepan pengelolaan keuangan bisa lebih bijaksana dan tidak menyusahkan masyarakat.
Penulis : Ali Hasan
Editor : elysa










