Kadisdik Sumenep Buka Bimtek Sekolah Inklusif 2026, Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan, Spd, MT Di Acara membuka Bimtek Layanan Sekolah Inklusif Tahun 2026 di Hotel Azmi, Selasa (01/09/2026)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan, Spd, MT Di Acara membuka Bimtek Layanan Sekolah Inklusif Tahun 2026 di Hotel Azmi, Selasa (01/09/2026)

SUMENEP, JATIMEKSPOS.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., M.T., resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusif Tahun 2026, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Azmi, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat layanan pendidikan yang merata, ramah, dan tidak diskriminatif bagi seluruh peserta didik.

Dalam sambutannya, Mohamad Iksan menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh membeda-bedakan peserta didik berdasarkan kondisi fisik, karakter, latar belakang, maupun kebutuhan khusus yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pendidikan inklusif merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan.

“Pendidikan inklusif merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak dalam memperoleh layanan pendidikan,” kata Iksan.

Ia menjelaskan, keberadaan sekolah inklusif bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan kebijakan. Lebih dari itu, satuan pendidikan harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah, aman, terbuka, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi.

“Sekolah inklusi bukan hanya tempat belajar, tetapi lingkungan yang harus mampu mendukung setiap anak agar berkembang sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Iksan juga mengaitkan konsep pendidikan inklusif dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Menurutnya, setiap anak memiliki kodrat dan potensi yang harus dihormati serta dikembangkan melalui proses pendidikan.

“Kita harus menghormati kodrat setiap anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iksan menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Prinsip tersebut, kata dia, juga memiliki landasan kebijakan dan regulasi yang kuat.

“Tidak boleh ada anak yang kehilangan hak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas hanya karena memiliki kebutuhan atau kondisi yang berbeda,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pelaksanaan Bimtek tidak berhenti pada pemahaman teori semata. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta harus dapat diterapkan secara nyata di satuan pendidikan, sehingga mampu memperkuat kualitas layanan sekolah inklusif di Kabupaten Sumenep.

Iksan juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, khususnya Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, penguatan sekolah inklusif merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang yang setara bagi setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.

“Melalui penguatan sekolah inklusif, kami Dinas Pendidikan Sumenep mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang lebih adil, manusiawi dan terbuka, sehingga setiap anak memiliki ruang yang sama untuk belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Dengan dibukanya Bimtek tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berharap komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif semakin kuat dan dapat diwujudkan dalam praktik pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Bimtek Layanan Sekolah Inklusif Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Tahun 2026 kemudian secara resmi dinyatakan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., M.T.

(Red Je)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondok Pesantren Al-Ikhlash Mandala Gelar Seminar Literasi Nasional, Dorong Budaya Baca di Rubaru
PLN Lakukan Penanganan Gangguan Listrik di Musholla An-Nuur, Siapkan Opsi Alih Jalur Jika Pemadaman Terulang
Dari Sekolah untuk Indonesia: Program SIKAP SMA Negeri Purwoharjo Banyuwangi Berdayakan Pangan
Listrik Sering Padam Santri Mengaji Di Musholla An Noor Desa Ambunten Barat Diterangi Senter
Disdik Sumenep Berangkatkan Atlet Terbaik ke O2SN Jawa Timur 2026, Optimistis Raih Prestasi Membanggakan
Beredar Tuduhan di Medsos, SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Berikan Sanggahan Lengkap
Kadisdik Sumenep Serap Aspirasi di Dungkek, Perkuat Sinergi Guru dan Kepala Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 02:50 WIB

Kadisdik Sumenep Buka Bimtek Sekolah Inklusif 2026, Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Pondok Pesantren Al-Ikhlash Mandala Gelar Seminar Literasi Nasional, Dorong Budaya Baca di Rubaru

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:04 WIB

PLN Lakukan Penanganan Gangguan Listrik di Musholla An-Nuur, Siapkan Opsi Alih Jalur Jika Pemadaman Terulang

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:10 WIB

Dari Sekolah untuk Indonesia: Program SIKAP SMA Negeri Purwoharjo Banyuwangi Berdayakan Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:24 WIB

Listrik Sering Padam Santri Mengaji Di Musholla An Noor Desa Ambunten Barat Diterangi Senter

Berita Terbaru