SUMENEP, JATIMEKSPOS.COM — Harapan Ibu Fatiha, warga Desa Ambunten, Kabupaten Sumenep, untuk memiliki rumah yang aman dan layak huni perlahan mulai terwujud.
Rumah peninggalan almarhum suaminya yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh kini tengah direnovasi setelah mendapat perhatian dan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sumenep atas arahan Bupati Sumenep.
Sebelumnya, rumah berukuran sekitar 9 meter × 6 meter tersebut memiliki dua kamar tidur. Kondisinya juga cukup memprihatinkan. Atap genteng telah rapuh, rangka kayu tidak lagi kuat menopang beban, sementara sejumlah bagian dinding mengalami keretakan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai seorang janda, Ibu Fatiha mengaku kesulitan membiayai sendiri perbaikan rumah yang kerusakannya sudah mengancam keselamatan penghuni.
Dalam proses renovasi, rumah tersebut tidak hanya diperbaiki secara fisik, tetapi juga mengalami perubahan tata ruang. Dari sebelumnya memiliki dua kamar tidur, kini dirancang menjadi tiga kamar tidur.
Perubahan tersebut juga dilakukan dengan mengubah posisi pintu dan akses masuk ke sejumlah ruangan, sehingga tata letak rumah menjadi lebih teratur dan menyesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
Selain perubahan tata ruang, model atap rumah juga diubah menjadi model atap gudangan. Untuk menyesuaikan konstruksi tersebut, ketinggian bangunan ditambah sekitar satu meter.
Perubahan konstruksi dan tata ruang tersebut membuat bangunan terlihat lebih kokoh, lebih teratur, serta diharapkan memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi Ibu Fatiha.
Kondisi rumah Ibu Fatiha yang sebelumnya dipublikasikan melalui media sosial kemudian mendapat perhatian. BAZNAS Sumenep merespons dengan memberikan bantuan renovasi sebesar Rp20 juta.
Dari bantuan tersebut, sekitar Rp19 juta digunakan untuk pembelian material bangunan dan upah tukang, sedangkan Rp1 juta dialokasikan untuk pembelian cat sesuai ketentuan warna yang ditetapkan lembaga.
Saat ini pengerjaan telah memasuki tahap plesteran dinding. Proses pembangunan juga dibantu oleh anak Ibu Fatiha agar pekerjaan dapat segera diselesaikan.
Namun, kebutuhan biaya masih menjadi kendala. Ukuran bangunan yang cukup besar, perubahan tata ruang dari dua menjadi tiga kamar tidur, perubahan posisi pintu, serta pembangunan model atap gudangan membuat kebutuhan material dan pengerjaan bertambah.
Karena itu, masih diperlukan dukungan tambahan agar seluruh proses renovasi dapat diselesaikan hingga rumah benar-benar siap ditempati.
“Alhamdulillah sudah ada bantuan, sangat membantu kami. Semoga ada kelanjutan agar rumah ini segera selesai dan bisa ditempati dengan aman,” ujar Ibu Fatiha.
Renovasi rumah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi kebutuhan tempat tinggal Ibu Fatiha, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu proses pembangunan hingga tuntas, sehingga Ibu Fatiha bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih aman, nyaman, dan layak.
(Red Je)









