Pondok Pesantren Al-Ikhlash Mandala Gelar Seminar Literasi Nasional, Dorong Budaya Baca di Rubaru

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapak Mohammad Yono, M.Pd. selaku perwakilan Kementrian Agama Kabupaten Sumenep, bersama ketua Panitia Ahmad Syukri Billa. Acara Seminar Literasi Nasional

Bapak Mohammad Yono, M.Pd. selaku perwakilan Kementrian Agama Kabupaten Sumenep, bersama ketua Panitia Ahmad Syukri Billa. Acara Seminar Literasi Nasional

JATIMEKSPOS.COM–SUMENEP , Lembaga Pendidikan Islam Al-Ikhlash di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menggelar Seminar Literasi Nasional bertajuk “Membangun Budaya Baca Siswa untuk Mengatasi Rendahnya Mutu Pendidikan Bangsa”, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan siswa maupun guru, sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pendidikan Kecamatan Rubaru.

Seminar secara resmi dibuka oleh Mohammad Yono, M.Pd., selaku perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Dalam sambutannya, Yono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran literasi di lingkungan pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia Seminar Literasi Nasional, Ahmad Syukri Billah, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya para kepala sekolah dari jenjang MI, MTs, SMPI, MA hingga SMK se-Kecamatan Rubaru.

Ikhtiar lembaga pendidikan islam Al Ikhlas agar membumikan literasi di kecamatan Rubaru

Menurut Syukri Billah, seminar tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Lembaga Pendidikan Islam Al-Ikhlash untuk membangun budaya literasi secara lebih serius di Kecamatan Rubaru.

«“Ini merupakan langkah awal sekaligus komitmen Al-Ikhlash untuk meningkatkan minat literasi siswa dan para guru di Kecamatan Rubaru,” ujar Syukri Billah optimistis.»

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Kiai Mahmud Ghazali, menutup sesi pertama atau pembukaan seminar dengan pembacaan doa.

Memasuki sesi kedua, Moh. Rasyid selaku moderator mengawali acara dengan memberikan sejumlah pemantik mengenai pentingnya kemampuan literasi bagi guru dan siswa.

Materi utama kemudian disampaikan oleh Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah. Ia mengupas pentingnya membaca dalam kehidupan manusia, khususnya dalam dunia pendidikan.

Menurut Satria, membaca merupakan pintu masuk untuk menguasai berbagai bidang ilmu. Karena itu, siswa akan kesulitan menguasai pelajaran apabila tidak memiliki kebiasaan membaca. Hal yang sama juga berlaku bagi guru karena kemampuan mengajar yang baik harus ditopang dengan kebiasaan membaca.

Satria juga mengaitkan pentingnya membaca dengan perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW melalui wahyu, yakni iqra atau membaca sebagaimana termaktub dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5.

Ia mempertanyakan mengapa perintah membaca yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam masih sering diabaikan, sementara membaca merupakan pintu utama untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Kiai Mahmud Ghazali Pengasuh Ponpes Al Ikhlas (tengah) bersama peserta Seminar Literasi Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Satria mengajak seluruh peserta untuk mulai membangun kebiasaan membaca secara konsisten. Ia mendorong para guru dan peserta seminar untuk menyediakan waktu sedikitnya 10–15 menit setiap hari untuk membaca.

“Kehadiran saya di hadapan bapak dan ibu ini adalah bagian dari dakwah saya. Dakwah supaya bapak dan ibu mau membaca,” pungkasnya.»

Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui Seminar Literasi Nasional tersebut, Lembaga Pendidikan Islam Al-Ikhlash berharap muncul kesadaran bersama di kalangan pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis.

Dengan budaya literasi yang semakin kuat, diharapkan lahir generasi yang cerdas, kritis, memiliki wawasan luas, serta mampu berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Rubaru dan Kabupaten Sumenep.

(Red Je)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADR Belum Dipecat, Formasi Kecewa: Kami Akan Lapor ke Presiden Prabowo!
Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban
Pendidikan Bukan Sekadar Materi Pelajaran, Gerak dan Kesehatan Juga Penting — Semangat SDN Ambunten Barat III
Disdik Sumenep Dorong Pengembangan Bakat Siswa SD Lewat Lomba Drumband
Siswa Kelas X SMA Ambunten Meninggal Saat Belajar Berenang, Keluarga Minta Dugaan Kelalaian Diusut
Lomba Drumband Indoor Sumenep Tuai Keberatan, Kepala Dinas Pastikan Penilaian Sudah Qualified
Oknum Anggota DPRD Banyuwangi Berinisial AS Ditangkap di Surabaya, BK DPRD Tunggu Proses Hukum & Tegaskan Asas Praduga Tak Bersalah
Viva Yoga: Parliamentary Threshold Sebaiknya Tak Lebih dari 4 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:37 WIB

ADR Belum Dipecat, Formasi Kecewa: Kami Akan Lapor ke Presiden Prabowo!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:16 WIB

Pendidikan Bukan Sekadar Materi Pelajaran, Gerak dan Kesehatan Juga Penting — Semangat SDN Ambunten Barat III

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Disdik Sumenep Dorong Pengembangan Bakat Siswa SD Lewat Lomba Drumband

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Siswa Kelas X SMA Ambunten Meninggal Saat Belajar Berenang, Keluarga Minta Dugaan Kelalaian Diusut

Berita Terbaru