SUMENEP – JATIMEKSPOS.COM, Keluhan warga dusun Taroh desa Ambunten barat kecamatan Ambunten kabupaten Sumenep Jawa timur. terkait seringnya pemadaman listrik di wilayah layanan Travo 123 kembali menjadi sorotan. Kondisi ini mengakibatkan gangguan serius pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di tempat ibadah.
Salah satu pendidik di musholla An Noor , Moh Ali Hasan, mengungkapkan keprihatinannya atas ketidakstabilan aliran listrik yang terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, masalah yang sering muncul adalah putusnya kabel jaringan yang menyebabkan padam total.
“Kami sangat kecewa karena hal ini terjadi berulang-ulang, terutama saat musim kemarau. Padahal saat hujan deras pun tidak separah ini. Saya curiga ada ketidakseimbangan beban atau kemungkinan adanya pemakaian listrik di luar meter yang membuat sistem jadi berat dan mudah rusak,” ujar Ali, Selasa (8/7/2026).
Akibat seringnya listrik mati, kegiatan mengaji yang seharusnya berjalan lancar terpaksa terganggu. Santri yang sedang belajar Al-Qur’an terpaksa harus melihat dan membaca kitab suci hanya dengan bantuan SATU CAHAYA SENTER yang dibawa dan dipegang langsung oleh pendidik.
“Lihatlah kondisi mereka, harus berdesakan dan susah payah melihat tulisan di tengah kegelapan hanya karena layanan listrik yang tidak maksimal. Ini sangat menyedihkan dan tidak adil, terutama bagi generasi yang sedang kita didik,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, meskipun perbaikan sementara sudah dilakukan, namun masyarakat menuntut adanya solusi permanen dari pihak PLN. Pengecekan ulang terhadap kapasitas trafo dan penindakan tegas terhadap oknum yang diduga mencuri listrik dinilai sangat mendesak agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
(Red je)









