Miris! Hidup Sebatang Kara, Bantuan Sosial Sapiyah Warga Ambunten Barat Hilang Sejak 2019

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMEKSPOS.COM-SUMENEP, Nasib memprihatinkan dialami Sapiyah (63), warga Dusun Turbugan, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.

Di usia senja, perempuan yang hidup sebatang kara tanpa suami itu harus menelan kenyataan pahit setelah bantuan sosial yang pernah diterimanya mendadak hilang sejak tahun 2019.

Dengan wajah penuh harap, Sapiyah menunjukkan buku tabungan dan kartu ATM Bank Mandiri miliknya kepada media, Rabu (20/05/2026). Bukti itu menjadi saksi bahwa dirinya pernah tercatat sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

“Dulu saya pernah menerima bantuan. Buku rekening dan ATM masih saya simpan sampai sekarang. Tapi sejak tahun 2019 tidak pernah ada pencairan lagi,” ungkapnya lirih.

Ia mengaku sudah berkali-kali mendatangi bank untuk mengecek saldo rekening bantuannya. Namun hasilnya selalu nihil.

“Sudah sering saya cek ke bank, tapi kosong terus. Tidak ada bantuan masuk sama sekali,” keluhnya.

Kondisi tersebut membuat Sapiyah bingung sekaligus kecewa. Pasalnya, menurutnya kondisi kehidupannya masih sangat layak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Di usia 63 tahun, ia hidup sendiri tanpa pendamping dan tanpa penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya ini sudah tua, hidup sendiri tanpa suami dan tidak punya penghasilan tetap. Kenapa bantuan saya dihentikan? Apa saya sudah dianggap tidak layak lagi?” tanyanya penuh harap.

Sapiyah berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat kembali melakukan pengecekan data terhadap dirinya agar bantuan sosial tersebut bisa kembali aktif.

Baginya, bantuan tersebut sangat berarti untuk menopang kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi yang dialaminya saat ini.  ( Ali )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi Kawasan Transmigrasi di Lahat, Wamen Viva Yoga: Rehabilitas Sekolah dan Sertipikati Lahan Segera Kita Tuntaskan
Sarasehan PAN Gresik, Viva Yoga: PAN selalu Lolos ke Senayan
Hadiri Sidang Doktor Luluk Nur Hamidah, Wamen Viva Yoga Sebut Pola Distribusi Kader NU Mirip HMI
Sinergi KKP-Kementrans, Wamen Viva Yoga: 17 Satuan Permukiman Transmigrasi Akan Menjadi Kampung Nelayan Merah Putih
Wamen Viva Yoga: Polri Harus Dekat dengan Rakyat dan Jadi Pengawal Demokrasi
Lembaga Formasi Minta Kepolisian Tindak Tegas Tambang Ilegal di Banyuwangi, Meski Ada yang Membekingi
Uya Kuya Gantikan Eko Patrio Pimpim PAN DKI Jakarta
Minat Bertani Meningkat, DKPP Sumenep Optimistis Luas Lahan Tembakau Bertambah pada Musim Tanam 2026

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:28 WIB

Kunjungi Kawasan Transmigrasi di Lahat, Wamen Viva Yoga: Rehabilitas Sekolah dan Sertipikati Lahan Segera Kita Tuntaskan

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:50 WIB

Sarasehan PAN Gresik, Viva Yoga: PAN selalu Lolos ke Senayan

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:11 WIB

Hadiri Sidang Doktor Luluk Nur Hamidah, Wamen Viva Yoga Sebut Pola Distribusi Kader NU Mirip HMI

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:11 WIB

Sinergi KKP-Kementrans, Wamen Viva Yoga: 17 Satuan Permukiman Transmigrasi Akan Menjadi Kampung Nelayan Merah Putih

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wamen Viva Yoga: Polri Harus Dekat dengan Rakyat dan Jadi Pengawal Demokrasi

Berita Terbaru