JATIMEKSPOS.COM-SUMENEP, Nasib memprihatinkan dialami Sapiyah (63), warga Dusun Turbugan, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.
Di usia senja, perempuan yang hidup sebatang kara tanpa suami itu harus menelan kenyataan pahit setelah bantuan sosial yang pernah diterimanya mendadak hilang sejak tahun 2019.
Dengan wajah penuh harap, Sapiyah menunjukkan buku tabungan dan kartu ATM Bank Mandiri miliknya kepada media, Rabu (20/05/2026). Bukti itu menjadi saksi bahwa dirinya pernah tercatat sebagai penerima bantuan dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu saya pernah menerima bantuan. Buku rekening dan ATM masih saya simpan sampai sekarang. Tapi sejak tahun 2019 tidak pernah ada pencairan lagi,” ungkapnya lirih.
Ia mengaku sudah berkali-kali mendatangi bank untuk mengecek saldo rekening bantuannya. Namun hasilnya selalu nihil.
“Sudah sering saya cek ke bank, tapi kosong terus. Tidak ada bantuan masuk sama sekali,” keluhnya.
Kondisi tersebut membuat Sapiyah bingung sekaligus kecewa. Pasalnya, menurutnya kondisi kehidupannya masih sangat layak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
Di usia 63 tahun, ia hidup sendiri tanpa pendamping dan tanpa penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya ini sudah tua, hidup sendiri tanpa suami dan tidak punya penghasilan tetap. Kenapa bantuan saya dihentikan? Apa saya sudah dianggap tidak layak lagi?” tanyanya penuh harap.
Sapiyah berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat kembali melakukan pengecekan data terhadap dirinya agar bantuan sosial tersebut bisa kembali aktif.
Baginya, bantuan tersebut sangat berarti untuk menopang kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi yang dialaminya saat ini. ( Ali )










