SUMENEP-PROBOLINGGO – Kasus rumah tangga yang menimpa Suryatik (43), kini menjadi sorotan. Suryatik yang beralamat asal di Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, dan saat ini menetap di Desa Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, merasa sangat diperlakukan tidak adil dan dipojokkan oleh pihak Pemerintah Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Hal ini disampaikan langsung oleh Muh Ali Hasan, selaku SAUDARA SEPUPU dari korban, terkait masalah rumah tangga Suryatik dengan suaminya, Suman (59).
“Saya terpaksa berangkat jauh dari Sumenep ke Probolinggo karena melihat nasib saudara sepupu saya yang terlantar. Suryatik diusir oleh suaminya sendiri, tidak diberi nafkah selama 7 tahun, dan sekarang tidak ada yang membela,” ungkap Muh Ali Hasan, Kamis (25/06/2026).
“Saat saya datang ke kantor desa, saya hanya ditemui oleh dua orang petugas piket. Mereka menyatakan Kepala Desa sedang berada di luar. Namun yang membuat saya kecewa, saat saya menghubungi lewat WhatsApp untuk meminta janji temu, pesan saya SAMA SEKALI TIDAK DIRESPON,” ucap Ali.
Lebih jauh, Ali menyoroti pernyataan petugas piket yang menyatakan bahwa “masalah ini bukan urusan desa, urusannya ada di Mudiin, KUA, atau Pengadilan”. Pernyataan ini dinilainya sangat SALAH DAN TIDAK TAHU ATURAN.
“Itu pemahaman yang sangat keliru. Tugas pokok Kepala Desa dan perangkatnya adalah mendamaikan warga yang berselisih. Kalau Suman tidak mau datang ke balai desa untuk dimediasi, kan Bapak Kepala Desa atau Kadus punya wewenang mendatangi rumahnya atau membawa pihak keluarga ke lokasi demi mencari keadilan. Jangan malah melempar tanggung jawab,” tegas Ali dengan nada tinggi.
Baca juga
Minat Bertani Meningkat, DKPP Sumenep Optimistis Luas Lahan Tembakau Bertambah pada Musim Tanam 2026
Menurutnya, alasan tidak mau mengurus karena tidak ada buku nikah adalah alasan pembenaran yang sangat lemah, padahal secara administrasi keduanya sudah tercatat dalam SATU KARTU KELUARGA (KK).
Ali menegaskan, upaya penyelesaian secara kekeluargaan sebenarnya sudah dilakukan. Pihak keluarga bahkan sudah mengirimkan SOMASI, namun sikap yang ditunjukkan justru seakan diabaikan dan diremehkan.
“Kami sudah berusaha baik-baik, tapi justru ditantang dan diremehkan. Karena sikap yang tidak menghormati ini, akhirnya saya selaku keluarga memutuskan untuk MELANJUTKAN KE JALUR HUKUM. Kami akan memperjuangkan hak-hak Suryatik sampai tuntas,” pungkas Ali.
Kini berkas permohonan gugatan cerai dan tuntutan hak telah disiapkan secara lengkap.
(Ali hasan)









