Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chat kader kepada PM MBG 3B arahan untuk menjemput di salah satu titik distribusi

Chat kader kepada PM MBG 3B arahan untuk menjemput di salah satu titik distribusi

JATIMEKSPOS. COM – SUMENEP ,Sejumlah penerima manfaat (PM) program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sumenep mengaku kecewa dengan mekanisme distribusi makanan yang mengharuskan mereka menjemput ke lokasi yang telah ditentukan. 22/09/2026

Keluhan terutama datang dari para ibu yang tidak memiliki kendaraan maupun yang harus bekerja mencari nafkah. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengambil makanan MBG untuk anak balita mereka.

“Mohon maaf, saya tidak bisa jemput dan juga tidak bisa naik sepeda. Kalau memang aturannya harus dijemput, lebih baik saya mengundurkan diri sebagai penerima MBG,” demikian salah satu keluhan yang disampaikan dalam grup komunikasi penerima MBG 3B.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi para ibu penerima manfaat, persoalannya bukan karena mereka tidak membutuhkan makanan bergizi. Mereka justru berharap program MBG dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Namun, kewajiban menjemput makanan dinilai menjadi kendala tersendiri bagi keluarga yang tidak mempunyai alat transportasi atau harus meninggalkan rumah untuk bekerja.

Sementara itu, salah satu Kepala Dapur atau KSPPG di Sumenep menyebut mekanisme tersebut telah sesuai SOP. Ia menjelaskan, nominal Rp1.000 per ompreng merupakan insentif kader, bukan biaya transportasi untuk mengantarkan makanan kepada penerima manfaat.

Penjelasan tersebut justru menjadi pertanyaan bagi sebagian PM. Mereka berharap keberadaan insentif kader dapat diikuti dengan mekanisme distribusi yang tidak menyulitkan penerima.

Para ibu penerima manfaat berharap pihak terkait mengevaluasi mekanisme tersebut. Mereka khawatir, penerima yang benar-benar membutuhkan makanan bergizi justru memilih mundur karena tidak mampu datang mengambilnya.

“Kami bukan tidak mau menerima MBG. Kami butuh untuk anak-anak. Tetapi kalau harus dijemput sendiri setiap hari, bagi kami yang tidak punya kendaraan atau harus bekerja, itu sangat menyulitkan,” keluh salah seorang PM.

(Red Je)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Silaturahmi Wartawan JatimEkspos Moh Ali Hasan, Eratkan Sinergi Bersama Kapolsek Ambunten
Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Lobuk Polsek Bluto Turun Tangan
Dapur MBG Belum Beroperasi, 7 SDN di Ambunten Tengah dan Barat Belum Terima Jatah
Warga Temukan Mayat di Pinggir Pantai Pakandangan Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Jumat, 25 September 2026 - 07:11 WIB

Silaturahmi Wartawan JatimEkspos Moh Ali Hasan, Eratkan Sinergi Bersama Kapolsek Ambunten

Kamis, 24 September 2026 - 12:15 WIB

Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal di Tanah Tegal Lobuk Polsek Bluto Turun Tangan

Selasa, 22 September 2026 - 16:08 WIB

Warga Temukan Mayat di Pinggir Pantai Pakandangan Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru