Tambang Ilegal Terkesan Kebal Hukum, Ketua Formasi: Instruksi Presiden Prabowo Subianto Sangat Jelas “Tidak Ada Kompromi Buat Pelaku ilegal

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim|Sejak Juni 2025, pemerintah telah memperkuat taringnya dengan membentuk Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakum) di bawah Kementerian ESDM. Kehadiran unit ini menjadi sinyal bahwa negara mulai serius membenahi carut-marut tata kelola sumber daya alam yang selama ini bocor akibat aktivitas pertambangan tanpa izin. Langkah ini bukan sekadar gertakan sambal.

Ketua FORMASI (Forum Masyarakat Demokrasi Indonesia) Didik Budhiarto, S.H. mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi tegas: “Penegakan hukum di sektor energi dan mineral harus dilakukan tanpa kompromi”. Tidak ada lagi karpet merah atau perlakuan istimewa bagi pemain ilegal, baik di lini hulu maupun hilir. Genderang perang terhadap praktik penambangan ilegal resmi ditabuh dari Istana.

Momentum ini harus menjadi titik balik pembersihan oknum-oknum yang selama ini merasa kebal hukum.
Provinsi Jawa Timur kini seharusnya berada di bawah radar utama, terhadap praktik penambangan ilegal,” ungkapnya (24/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka perlu sinergi antara Polda Jatim dan Gakkum KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk membongkar jejaring mafia tambang yang telah lama mengeruk keuntungan di atas kerusakan lingkungan yang masif.

Bahwa di balik rusaknya ekosistem Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi masih ada “tangan-tangan kuat” yang bermain di balik layar. “Jangan Ada Main Mata”
Maka dari itu Ketua FORMASI memberikan catatan keras terkait konsistensi aparat di lapangan. Menurut saya “keberanian Presiden harus diterjemahkan secara lurus oleh seluruh jajaran di bawahnya”.

Instruksi Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: “Tidak ada kompromi buat pelaku tambang ilegal.” Ini bukan sekadar himbauan, tapi perintah operasi bagi aparat hukum untuk menyikat habis para cukong tanpa pandang bulu.

Poin Utama Transformasi Penegakan Hukum Tambang:
* Zero Tolerance: Penghapusan segala bentuk perlakuan istimewa bagi pelanggar izin tambang.
* Lembaga Baru: Optimalisasi Ditjen Gakum ESDM sebagai garda terdepan penindakan.
* Pemulihan Ekosistem: Penangkapan cukong harus dibarengi dengan tanggung jawab reklamasi lahan yang rusak.

Dengan komitmen yang kini berada di level tertinggi pemerintahan, Narasi “Tambang Ilegal adalah Sisa Masa Lalu” diharapkan bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan langkah nyata menuju kedaulatan energi yang bersih dan bermartabat.
Disamping itu peran pengawasan masyarakat dan media menjadi krusial agar gelombang penindakan terhadap bentuk-bentuk penambangan ilegal ini tidak layu di tengah jalan,”lanjutnya

Tantangan ke Depan merupakan tantangan besar menanti Ditjen Gakum ESDM bersama Polda Jatim, untuk menunjukkan keberaniannya.
Kini publik menunggu apakah keberanian pemerintah mampu menyentuh level korporasi atau aktor intelektual yang lebih besar,”Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 03:05 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku

Berita Terbaru