KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional| Kemacetan berkepanjangan yang melanda Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, hingga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, kini dinilai telah melumpuhkan arus perputaran ekonomi dan logistik antar pulau. Ketua Umum FORMASI, Didik Budhiarto, S.H., menyampaikan kekhawatiran sekaligus kecaman keras terhadap situasi yang semakin memburuk tersebut.

“Kemacetan yang melanda Pelabuhan Ketapang sudah membuat lumpuh perekonomian. Kenapa saya bilang begitu? Karena banyak sekali kendaraan logistik yang terjebak dalam kemacetan berjam-jam, bahkan berhari-hari. Hal ini jelas sangat merugikan banyak pihak — pengusaha, pedagang, hingga konsumen. Ada apa sebenarnya ini?” ujar Didik kepada awak media, Selasa (22/9/2026).

Ia mempertanyakan alasan utama kemacetan yang tak kunjung usai tersebut. Jika diklaim semata-mata akibat proyek pembangunan di lingkungan pelabuhan, dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha dinilai sudah tidak sebanding.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang hanya karena proyek di pelabuhan, apakah harus sampai seperti begini? Apakah tidak ada solusi sementara, agar arus tetap berjalan lancar saat pengerjaan berlangsung?” tegasnya.

Permasalahan ini, kata Didik, bukan lagi sekadar urusan lokal antar Kabupaten Banyuwangi dan Jembrana, melainkan sudah berdampak luas dan menjadi urusan nasional.

“Kami meminta kepada pihak pemerintah terkait untuk segera menyampaikan kejelasan mengenai permasalahan kemacetan di lintasan Ketapang–Gilimanu. Permasalahan ini bukan lagi masalah lokal, ini sudah bisa dibilang masalah nasional.”

Ketua Umum FORMASI juga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah dan pihak pengelola pelabuhan yang dianggap lambat dalam mengambil langkah strategis. Bahkan, muncul dugaan adanya kepentingan lain di balik kelancaran penanganan masalah ini.

“Saya selaku Ketua Umum FORMASI merasa kecewa sekali dengan kinerja pemerintah terkait. Apakah kemacetan ini ada permainan politik di baliknya? Mengapa tidak ada solusi yang nyata dan cepat? Pemerintah harus benar-benar bisa memecahkan permasalahan kemacetan di lintasan strategis Ketapang–Gilimanuk ini secepatnya. Jangan biarkan terus merugikan rakyat.”

Sampai berita ini diturunkan, kemacetan di kedua pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia itu masih berlangsung padat. Ratusan kendaraan barang, penumpang, dan kendaraan pribadi masih mengantre berjam-jam menuju penyeberangan. FORMASI berjanji akan terus memantau dan mendesak pihak berwenang agar segera mengambil langkah tegas demi pemulihan arus penyeberangan yang normal.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!
BANTUAN RENOVASI RUMAH LAYAK HUNI IBU FATIHA BERJALAN BERTAHAP

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 03:05 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku

Berita Terbaru