Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Kemacetan panjang yang melanda Pelabuhan Ketapang dalam berhari-hari tanpa adanya solusi nyata memicu kecaman tajam. Ketua LSM Formasi, Didik Budiharto, S.H., menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta pihak pengelola ASDP Ketapang yang dinilai hanya sekadar berkoordinasi namun hasilnya nihil.

“Saya merasa sangat kecewa terhadap para pejabat Banyuwangi serta pihak ASDP. Kemacetan sudah berhari-hari terjadi, namun tak kunjung ditemukan solusi yang pasti. Jangan hanya terus berkoordinasi, tetapi hasilnya nol,” tegas Didik kepada awak media, Kamis (4/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dinilai tidak memiliki kepedulian dan rasa belas kasih terhadap para sopir kendaraan maupun pemudik yang terjebak dalam kemacetan berkepanjangan di kawasan pelabuhan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah Banyuwangi seakan tidak punya rasa hiba melihat para sopir yang terjebak macet berhari-hari di Pelabuhan Ketapang. Jika memang tidak mampu mengatasi dan memberi solusi atas masalah kemacetan ini, saya minta lebih baik mundur saja dari jabatannya,” ujarnya dengan nada tinggi.

Tak hanya itu, Didik juga menyoroti hal tersebut bukanlah kejadian pertama kali, melainkan kerap berulang. Oleh karenanya, ia meminta pihak pengelola bertanggung jawab.

“Saya selaku Ketua Formasi secara tegas menuntut Kepala ASDP Ketapang untuk dicopot dari jabatannya. Kemacetan seperti ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah sering berulang dan tak kunjung ada perbaikan,” tuntutnya.

Ia berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas dan memberikan solusi yang konkret, sehingga arus lalu lintas di Pelabuhan Ketapang dapat berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat luas.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
BANTUAN RENOVASI RUMAH LAYAK HUNI IBU FATIHA BERJALAN BERTAHAP

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 03:05 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku

Berita Terbaru