JATIMEKSPOS.COM–SUMENEP ,Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, berlangsung meriah dengan digelarnya pawai budaya yang menampilkan beragam kesenian dan tradisi lokal.
Salah satu penampilan yang berhasil mencuri perhatian adalah “Pesona Saronen dalam Tradisi Arak-Arakan Pengantin Madura” yang ditampilkan oleh Pemerintah Desa Baban. Mengangkat kekayaan budaya Madura, rombongan Desa Baban tampil dengan balutan busana tradisional, iringan musik Saronen, serta arak-arakan pengantin Madura yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat setempat.
Pawai budaya tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Madura kepada generasi muda. Semangat kebersamaan dan kreativitas yang ditampilkan kontingen Desa Baban akhirnya membuahkan prestasi dengan berhasil meraih Juara 2 dalam pawai budaya tingkat Kecamatan Gapura.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Baban, Drs. Ec. Saherudin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih Juara 2 bukan semata-mata tentang prestasi, tetapi merupakan hasil dari kekompakan dan kerja sama seluruh masyarakat Desa Baban.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas hasil yang diraih Desa Baban. Juara 2 ini merupakan buah dari kekompakan, kerja sama dan semangat seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pawai budaya,” ujar Drs. Ec. Saherudin.
Ia menjelaskan, konsep Pesona Saronen dalam Tradisi Arak-Arakan Pengantin Madura sengaja diangkat untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan tradisi dan kesenian lokal agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya dan tradisi Madura memiliki nilai dan keindahan yang luar biasa. Saronen, busana adat dan tradisi arak-arakan pengantin merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus terus kita rawat dan lestarikan,” ungkapnya.
Menurut Saherudin, budaya tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Desa Baban, seniman, penari, peserta pawai, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Prestasi ini mudah-mudahan menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga budaya, mempererat persatuan dan membangun Desa Baban menjadi desa yang maju, sejahtera dan tetap berbudaya,” pungkasnya.
Keberhasilan Desa Baban meraih Juara 2 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Melalui Pesona Saronen, Desa Baban menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah.
Pawai budaya dalam rangka HUT ke-81 RI di Kecamatan Gapura pun menjadi momentum untuk terus menjaga keberagaman budaya Madura sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda agar ikut mencintai dan melestarikan tradisi leluhur.
Baban Bersatu, Baban Berbudaya, Baban Sejahtera.
(Red Je)









