JATIMEKSPOS.COM — SUMENEP
Kasus meninggalnya Syaiful, siswa SMAN 1 Ambunten, tidak boleh dibiarkan sekadar berlalu. Pihak yang bertanggung jawab jangan dilepaskan dari pemeriksaan. Ini murni akibat kelalaian — kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.
Belajar berenang memang bagian dari pendidikan, tetapi bukan berarti harus dibawa ke sungai yang airnya keruh, kedalamannya tidak diketahui, dan arusnya tak terduga. Tempat yang layak dan aman sudah tersedia — kolam renang yang dipersiapkan khusus dengan pengawasan dan standar keselamatan. Mengapa justru memilih aliran sungai yang berbahaya?
Seharusnya guru memahami risiko. Seharusnya sekolah menetapkan prosedur. Seharusnya keselamatan menjadi yang utama, bukan sekadar melaksanakan kegiatan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu nyawa siswa telah hilang. Keluarga berduka. Masyarakat bertanya-tanya. Jika kelalaian ini tidak diteliti dan ditindaklanjuti secara tegas, siapa yang menjamin tidak akan ada korban berikutnya?
Pemeriksaan harus terus berjalan. Tanggung jawab harus ditegakkan. Jangan biarkan kesalahan ini berlalu begitu saja.









