Di Balik Kebaktian Sosial, Jeritan Anak Tak Terjawab

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh. Arsya Hidayatullah bersama ibunda, sesaat setelah menerima paket bantuan dari kegiatan khitan massal di Pantai Slopeng, Sumenep. Foto: Moh. Ali Hasan / JatimEkspos.com

Moh. Arsya Hidayatullah bersama ibunda, sesaat setelah menerima paket bantuan dari kegiatan khitan massal di Pantai Slopeng, Sumenep. Foto: Moh. Ali Hasan / JatimEkspos.com

JATIMEKSPOS.COM — SUMENEP

Oleh: Moh. Ali Hasan

Saya Moh. Ali Hasan, ayahanda dari Moh. Arsya Hidayatullah. Hari ini saya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan, bukan untuk menuduh, melainkan agar hal ini menjadi perhatian kita semua demi anak-anak di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya memegang erat anak saya saat proses berlangsung. Tak kuasa menahan, air mata saya menetes mendengar jeritan yang dilontarkan anak saya berulang kali: “Sakit, sakit… ayo pulang, Ayah…”

Di saat yang sama, saya melihat beberapa petugas terlihat tertawa, seolah tangisan dan ketakutan anak saya bukan hal yang patut diperhatikan. Hati saya terasa seperti teriris-iris.

Pertanyaan yang terus membayangi pikiran saya sambil memeluk anak yang gemetar itu sederhana namun penting: Apakah obat mati rasa yang diberikan sudah cukup dosisnya? Atau prosesnya berjalan terlalu cepat sehingga obat belum bekerja sepenuhnya saat tindakan dimulai?

Bukan bermaksud meragukan kemampuan medis para petugas. Namun sebagai orang tua, saya hanya berharap ke depannya, setiap anak yang menerima layanan di kegiatan mulia seperti ini diperlakukan dengan rasa nyaman dan empati yang sama. Cukup rasa sakit yang harus mereka tanggung, jangan biarkan ketakutan dan rasa tidak dipedulikan ikut menjadi bagian dari pengalaman mereka.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga ke depannya, layanan yang diberikan tidak hanya selesai secara prosedur, tetapi juga benar-benar menjaga kenyamanan dan perasaan kecil anak-anak kita.

— Moh. Ali Hasan, Ayah dari Moh. Arsya Hidayatullah

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Berebut Peluang Menuju Liga 4
Rakor PBI JKN, Bappeda Sumenep Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Bantuan Tepat Sasaran
Jangan Lepas dari Pemeriksaan: Kelalaian Menyebabkan Kematian, Mengapa Harus di Sungai?
Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban
Pendidikan Bukan Sekadar Materi Pelajaran, Gerak dan Kesehatan Juga Penting — Semangat SDN Ambunten Barat III
PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI TROWULAN KABAT DIDUGA TAK SESUAI SPESIFIKASI, KETUA FORMASI KECEWA: MOLEN CUMA DIPAJANG, UANG RAKYAT JANGAN DIMAINKAN!
Bappeda Sumenep Perkuat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Antar-OPD Jadi Kunci
Kemarau Berkepanjangan, Bupati Sumenep Pastikan Bantuan Air Bersih Menjangkau Warga Langsar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:44 WIB

Di Balik Kebaktian Sosial, Jeritan Anak Tak Terjawab

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Berebut Peluang Menuju Liga 4

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Rakor PBI JKN, Bappeda Sumenep Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Bantuan Tepat Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Jangan Lepas dari Pemeriksaan: Kelalaian Menyebabkan Kematian, Mengapa Harus di Sungai?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban

Berita Terbaru