JATIMEKSPOS.COM — SUMENEP
Oleh: Moh. Ali Hasan
Saya Moh. Ali Hasan, ayahanda dari Moh. Arsya Hidayatullah. Hari ini saya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan, bukan untuk menuduh, melainkan agar hal ini menjadi perhatian kita semua demi anak-anak di masa mendatang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Saya memegang erat anak saya saat proses berlangsung. Tak kuasa menahan, air mata saya menetes mendengar jeritan yang dilontarkan anak saya berulang kali: “Sakit, sakit… ayo pulang, Ayah…”
Di saat yang sama, saya melihat beberapa petugas terlihat tertawa, seolah tangisan dan ketakutan anak saya bukan hal yang patut diperhatikan. Hati saya terasa seperti teriris-iris.
Pertanyaan yang terus membayangi pikiran saya sambil memeluk anak yang gemetar itu sederhana namun penting: Apakah obat mati rasa yang diberikan sudah cukup dosisnya? Atau prosesnya berjalan terlalu cepat sehingga obat belum bekerja sepenuhnya saat tindakan dimulai?
Bukan bermaksud meragukan kemampuan medis para petugas. Namun sebagai orang tua, saya hanya berharap ke depannya, setiap anak yang menerima layanan di kegiatan mulia seperti ini diperlakukan dengan rasa nyaman dan empati yang sama. Cukup rasa sakit yang harus mereka tanggung, jangan biarkan ketakutan dan rasa tidak dipedulikan ikut menjadi bagian dari pengalaman mereka.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga ke depannya, layanan yang diberikan tidak hanya selesai secara prosedur, tetapi juga benar-benar menjaga kenyamanan dan perasaan kecil anak-anak kita.
— Moh. Ali Hasan, Ayah dari Moh. Arsya Hidayatullah









