Rangkaian BEC 2026, Banyuwangi Gelar Berbagai Event Seru! Catat Tanggalnya

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi terus menghadirkan event menarik bagi wisatawan. Pekan depan, selain event spektakuler Banyuwangi Ethno Carnival pada 18 Juli 2026, juga dimeriahkan 5 event lainnya termasuk lomba lari SCF Run pada 19 Juli pagi.

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang memasuki tahun ke-13 akan digelar akhir pekan depan, Sabtu 18 Juli pukul 13.00. Menyambut karnaval kolosal tersebut, berbagai agenda menarik yang bisa diikuti mulai 16 – 19 Juli dalam rangkaian BEC Week.

Sebut saja Sekarkijang Creative Fest (SCF) yang didukung penuh oleh Bank Indonsia Jember. SCF yang dipusatkan di Gedung Seni Budaya (Gesibu) ini diramaikan dengan Festival UMKM pada 16 – 19 Juli. Di festival ini ada pameran produk unggulan UMKM dari Banyuwangi dan daerah sekitarnya seperti Situbondo, Bondowoso, Jember dan Lumajang. Mulai dari produk wastra, kerajinan, hingga festival makanan dan minuman.

Berbagai acara juga akan digelar selama Festival UMKM berlangsung, di antaranya lomba Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition pada 16 Juli. Pada 17 Juli ada Lomba Inovasi Green Campaingn dan worksop Creative Painting, Kids Fasion Show, hingga Donor Darah.

“Bahkan juga digelar Pasar Murah yang didukung BI. Silakan mengunjungi stand-stand kreasi dan kuliner dari 5 kabupaten sekitar Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (12/7/2026).

Pada 18 Juli, BEC akan digelar siang hari dengan mengambil start di area Taman Blambangan. Ratusan talent karnaval akan menempuh rute sepanjang 2 km di jalan protokol Banyuwangi.

BEC akan menyuguhkan parade spektakuler kostum etnik dengan tema “Perang Bayu”, sebuah kisah heroik warga Banyuwangi melawan penjajaan Belanda di abad ke 18 dan menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi.

Tema ini akan divisualisasikan dalam lima sub tema 5 sub tema yang mepresentasikan berbagai fragmen perjuangan pada “Perang Bayu”.

“Malamnya, usai menonton BEC para wisatawan bisa menikmati atraksi budaya “Barong Battle” di Agro Wisata Tamansuruh. Atraksi yang tak kalah menariknya,” kata Ipuk.

Selanjutnya pada 19 Juli pagi akan ada event lari SCF Waqf Run 5K. Lomba lari sambil berkampanye tentang sadar waqaf, yang start dan finishnya dipusatkan di Taman Blambangan.

Di hari yang sama, juga digelar Halal Chef Comptition, Talkshow Beyond Halal, Edukasi perlindungan Konsumen hingga lomba mewarnai.

“Rangkaian BEC akan dipungkasi oleh Konser Musik BEC sekaligus pengumuma Best Custome BEC yang menandai rangkaian BEC Week berakhir. Acara dipusatkan di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00,” kata Ipuk.

Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia Jember yang terus mendukung Banyuwangi. Tidak hanya lewat kolaborasi Sekarkijang Creative Week (SCF) dan BEC tapi juga berbagai program yang mendukung UMKM daerah.

“Terima kasih pada BI Jember yang terus mendukung Banyuwangi di berbagai aspek, khususnya konsisten memfasilitasi UMKM Banyuwangi lewat berbagai program,” ujar Ipuk.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad mengatakan kolaborasi antara BI Jember dan Pemkab Banyuwangi sudah berlangsung cukup lama dan erat. Terutama dalam mengembangakan potensi UMKM lokal.

“Salah satunya melalui event BEC, kami manfaatkan untuk memfasilitasi UMKM bertemu dengan market potensial. Selain itu kami juga ingin ikut memeriahkan event yang sudah bertaraf internasional ini,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BAZNAS Sumenep Mulai Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Fatiha di Ambunten
Tujuh Fraksi DPRD Sumenep Serahkan Hasil Reses III 2026, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas Pembangunan
Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Tetapkan TIHT 2026, Demi Lindungi Harga Tembakau Petani
Ketua LSM Formasi Tegas: WIUP dan Izin Eksplorasi Bukan Alasan Sah Menambang dan Menjual Hasil Galian
PEMKAB SUMENEP LUNCURKAN SISTEM DIGITAL UNTUK TATA KELOLA DAN PELAYANAN PUBLIK
Kirab Pusaka Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya di Hari Jadi Kabupaten Sumenep
Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta kepada Korban Kebakaran di Giligenting
Tiang Listrik Di Halaman Rumah, warga Sumenep Protes PLN

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 05:57 WIB

BAZNAS Sumenep Mulai Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Fatiha di Ambunten

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:05 WIB

Tujuh Fraksi DPRD Sumenep Serahkan Hasil Reses III 2026, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas Pembangunan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:41 WIB

Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Tetapkan TIHT 2026, Demi Lindungi Harga Tembakau Petani

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:18 WIB

Ketua LSM Formasi Tegas: WIUP dan Izin Eksplorasi Bukan Alasan Sah Menambang dan Menjual Hasil Galian

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:32 WIB

PEMKAB SUMENEP LUNCURKAN SISTEM DIGITAL UNTUK TATA KELOLA DAN PELAYANAN PUBLIK

Berita Terbaru