Rumah lansia di Ambunten Barat nyaris ambruk bantuan tak kunjung datang

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Di usia senjanya, Fatihah (70), warga Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, harus menjalani hari-harinya di rumah yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris ambruk. Ironisnya, hingga kini rumah peninggalan almarhum suaminya tersebut belum tersentuh bantuan pemerintah, meski sebelumnya pernah didata oleh perangkat desa.

Kepada Jatim Ekspos, Kamis (28/05/2026), Fatihah menuturkan bahwa beberapa tahun lalu rumahnya sempat didatangi perangkat desa untuk dilakukan pendataan bantuan rumah tidak layak huni.

“Waktu suami saya masih hidup, rumah ini pernah didatangi perangkat desa dan difoto. Katanya untuk data bantuan. Tapi sampai suami saya meninggal dunia, bahkan sekarang sudah hampir satu tahun berlalu, tidak ada kabar sama sekali. Saya juga tidak tahu foto itu akhirnya digunakan untuk apa,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia membuat Fatihah dihantui rasa takut setiap kali hujan deras dan angin kencang melanda wilayahnya.

“Kalau musim hujan dan angin besar datang, saya sering mengungsi ke rumah anak. Saya takut kalau sewaktu-waktu rumah ini roboh saat saya sedang tidur,” tuturnya dengan nada lirih.

Meski hidup dalam keterbatasan, Fatihah mengaku tidak pernah menuntut bantuan dari siapa pun. Ia bahkan tetap bersyukur karena masih memiliki tempat untuk berteduh.

“Saya tidak pernah memaksa atau menuntut bantuan. Selama rumah ini masih bisa ditempati, saya tetap bersyukur,” katanya.

Namun demikian, ia tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya ketika melihat sejumlah warga yang dinilainya lebih mampu justru mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

“Kalau bantuan itu diberikan kepada orang yang benar-benar susah seperti saya, tentu saya ikut senang. Tapi yang membuat hati saya sedih, ada yang kondisi ekonominya lebih baik justru mendapat bantuan lebih dulu. Di situlah saya merasa ada ketidakadilan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, Fatihah hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT. Ia mengaku tidak menginginkan kemewahan, melainkan berharap diberikan kesehatan dan keberkahan hidup.

“Saya tidak meminta apa-apa. Saya hanya berdoa semoga anak-anak saya masih diberi rezeki untuk membantu saya makan, dan semoga Allah memberikan kesehatan sampai akhir hayat,” pungkasnya.

Kisah yang dialami Fatihah menjadi potret nyata bahwa masih terdapat warga yang benar-benar membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah. Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran program bantuan sosial, khususnya bantuan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

(Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 03:05 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku

Berita Terbaru