RDPU DPRD Banyuwangi Ditunda, Polemik Kebun Plasma Kian Memanas dan Picu Sorotan Publik

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatimekspos.com-Banyuwangi ‘ Polemik pembangunan kebun plasma di wilayah Alas Sukses Entalase, Desa Kalibarumanis, semakin memanas setelah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPRD Banyuwangi yang digelar pada Senin (4/5/2026) belum menghasilkan titik terang. Alih-alih meredakan konflik, forum tersebut justru membuka sejumlah persoalan krusial yang memicu perdebatan tajam antar pihak.

Salah satu sorotan utama datang dari Pemerintah Desa Kalibarumanis. Kepala Desa, Bayu, secara tegas mengungkapkan keberatannya terhadap proses penetapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang dinilai tidak transparan dan mengabaikan peran desa.

Di hadapan forum, Bayu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pengusulan nama-nama calon pekebun, padahal menurut aturan yang berlaku, identifikasi CPCL merupakan kewenangan desa dan harus melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Sebagai kepala desa, saya tidak pernah mengusulkan nama-nama calon pekebun. Seharusnya proses ini menjadi kewenangan desa dan dilakukan secara terbuka,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan legalitas keputusan yang telah diambil. Jika memang telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) terkait CPCL, pihak desa mendesak agar dilakukan peninjauan ulang karena prosesnya dinilai tidak sah secara prosedural.

Tak hanya itu, isu tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) turut menjadi perhatian serius. Pemerintah desa menilai implementasi CSR belum berjalan transparan dan belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

“CSR jangan hanya menjadi formalitas. Harus jelas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bayu.

Sementara itu, dari pihak perusahaan, Manajer Lapangan wilayah Alas Sukses Entalase, Tarmiji Sihotang, menyatakan bahwa dirinya hanya bertugas menjalankan operasional di lapangan dan tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis.

“Saya hanya menjalankan operasional. Untuk keputusan, itu berada di manajemen pusat,” jelasnya, mengindikasikan perlunya kehadiran pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi dalam forum pembahasan.

Melihat dinamika yang berkembang dan belum hadirnya pihak pengambil keputusan utama, pimpinan sidang Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, akhirnya memutuskan untuk menunda jalannya hearing. Penjadwalan ulang direncanakan pada pekan depan dengan harapan semua pihak yang berwenang dapat hadir secara langsung.

“Kami menyetujui penundaan ini agar pembahasan berikutnya bisa lebih komprehensif dengan kehadiran pihak yang memiliki kewenangan,” ujar Patemo saat menutup rapat.

Penundaan RDPU ini semakin menegaskan bahwa persoalan CPCL, transparansi CSR, serta mekanisme kebun plasma masih jauh dari kata selesai. Publik kini menaruh harapan besar pada pertemuan lanjutan, dengan tuntutan akan kejelasan, keterbukaan, dan keputusan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BAZNAS Sumenep Mulai Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Fatiha di Ambunten
Tujuh Fraksi DPRD Sumenep Serahkan Hasil Reses III 2026, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas Pembangunan
Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Tetapkan TIHT 2026, Demi Lindungi Harga Tembakau Petani
Ketua LSM Formasi Tegas: WIUP dan Izin Eksplorasi Bukan Alasan Sah Menambang dan Menjual Hasil Galian
PEMKAB SUMENEP LUNCURKAN SISTEM DIGITAL UNTUK TATA KELOLA DAN PELAYANAN PUBLIK
Kirab Pusaka Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya di Hari Jadi Kabupaten Sumenep
Pemkab Sumenep dan Baznas Salurkan Bantuan Rp30 Juta kepada Korban Kebakaran di Giligenting
Tiang Listrik Di Halaman Rumah, warga Sumenep Protes PLN

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 05:57 WIB

BAZNAS Sumenep Mulai Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Milik Fatiha di Ambunten

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:05 WIB

Tujuh Fraksi DPRD Sumenep Serahkan Hasil Reses III 2026, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas Pembangunan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:41 WIB

Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Tetapkan TIHT 2026, Demi Lindungi Harga Tembakau Petani

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:18 WIB

Ketua LSM Formasi Tegas: WIUP dan Izin Eksplorasi Bukan Alasan Sah Menambang dan Menjual Hasil Galian

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:32 WIB

PEMKAB SUMENEP LUNCURKAN SISTEM DIGITAL UNTUK TATA KELOLA DAN PELAYANAN PUBLIK

Berita Terbaru