SUMENEP –Jatimekspos.com, Sebuah kapal layar motor (KLM) QALAQY 1 GT 58 yang mengangkut kayu jati milik Perum Perhutani mengalami kemiringan di sisi kanan saat bersandar di Pelabuhan Perintis Pelindo III Kalianget, Kabupaten Sumenep, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kapal yang dinakhodai Rismon tersebut berangkat dari Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, pada Sabtu (13/6/2026) dengan membawa 1.176 batang kayu jati gelondong hasil hutan negara milik Perum Perhutani KPH Madura. Total muatan mencapai sekitar 70,005 meter kubik dengan nilai material diperkirakan mencapai Rp70 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tiba dan bersandar di Dermaga Pelindo III Kalianget sekitar pukul 14.00 WIB. Namun tidak lama kemudian kapal mengalami kemiringan pada bagian kanan sehingga air laut masuk ke dalam lambung kapal dan menyebabkan sebagian badan kapal terendam.
“Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Fokus kami saat ini adalah melakukan penanganan terhadap kapal agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah serta memastikan keselamatan di area pelabuhan tetap terjaga,” ujar AKP Moch. Rofiq.
Menindaklanjuti kejadian itu, personel Satpolairud Polres Sumenep segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya KSOP Kelas IV Kalianget, Polsek Kalianget, dan Pelindo III Sub Kalianget.

Sebagai langkah penanganan, muatan kayu rencananya akan dipindahkan terlebih dahulu menggunakan crane milik Pelindo agar posisi kapal kembali seimbang. Setelah itu, air laut yang masuk ke dalam palka kapal akan dipompa keluar menggunakan mesin pompa air.
Satpolairud Polres Sumenep terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses evakuasi kapal berjalan aman, lancar, serta tidak mengganggu aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget.
Polres Sumenep juga mengimbau seluruh operator kapal dan pengguna jasa pelabuhan agar selalu memperhatikan kondisi pasang surut air laut serta faktor keselamatan lainnya guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
(Red Je)









