Ketua Formasi H. Didik: Jangan Kongkalikong Uang Rakyat di Irigasi Gadog Kecamatan Kabat Banyuwangi

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, 2 Oktober 2026 – Pembangunan saluran irigasi di Desa Gadog, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, menuai sorotan tajam dari Lembaga Formasi. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan nama kegiatan yang tercantum di papan informasi proyek, sehingga memicu dugaan penyimpangan penggunaan anggaran negara.

Ketua Lembaga Formasi, H. Didik, menegaskan bahwa apa yang terlihat di lokasi pekerjaan lebih mirip perbaikan atau rehabilitasi, bukan pembangunan saluran irigasi yang dimaksud.

“Kegiatan pembangunan saluran irigasi ini diduga tidak sesuai dengan nama kegiatan di papan informasi. Di lapangan pekerjaan tersebut terkesan hanya rehabilitasi saluran irigasi. Kalau pembangunan itu berarti memulai pekerjaan dari nol, bukan hanya bagian yang rusak yang dibenahi. Itu sama saja rehabilitasi, bukan pembangunan,” tegas H. Didik kepada awak media, Jumat (2/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

H. Didik juga mengingatkan bahwa anggaran yang digunakan untuk proyek tersebut adalah uang rakyat, bukan harta pribadi maupun warisan keluarga. Oleh karena itu, setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan apa yang dijanjikan.

“Ini anggaran pemerintah, bukan anggaran turun-temurun dari keluarga. Ingat, ini uang rakyat, dan pekerjaan pembangunan saluran irigasi adalah fasilitas untuk rakyat. Jangan sampai disalahgunakan,” ujarnya.

Ia meminta pihak terkait untuk memantau ketat pelaksanaan proyek tersebut guna mencegah adanya praktik kongkalikong yang merugikan negara. Jika di papan tertulis “pembangunan”, maka pelaksanaan di lapangan pun harus benar-benar berupa pembangunan baru, bukan sekadar perbaikan yang dibanderol dengan harga anggaran pembangunan.

“Saya meminta kepada pihak terkait pantau pekerjaan tersebut. Jangan ada kongkalikong dalam pekerjaan yang memakai uang pemerintah. Kalau di papan informasi itu tertulis pembangunan, kerjakan sesuai dengan nama kegiatannya di lapangan. Jangan demi meraup untung besar, pekerjaan dijadikan tumbal keserakahan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” cetusnya.

Lebih lanjut, H. Didik menegaskan bahwa pihaknya selaku lembaga pengawas masyarakat akan terus memantau dan melaporkan berbagai proyek pemerintah yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi maupun rencana yang telah ditetapkan.

“Kami selaku lembaga kontrol akan melaporkan beberapa proyek pemerintah yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi di lapangan,” tegas Ketua Formasi itu.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kebaktian Sosial, Jeritan Anak Tak Terjawab
Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Berebut Peluang Menuju Liga 4
Rakor PBI JKN, Bappeda Sumenep Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Bantuan Tepat Sasaran
Jangan Lepas dari Pemeriksaan: Kelalaian Menyebabkan Kematian, Mengapa Harus di Sungai?
Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban
Pendidikan Bukan Sekadar Materi Pelajaran, Gerak dan Kesehatan Juga Penting — Semangat SDN Ambunten Barat III
PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI TROWULAN KABAT DIDUGA TAK SESUAI SPESIFIKASI, KETUA FORMASI KECEWA: MOLEN CUMA DIPAJANG, UANG RAKYAT JANGAN DIMAINKAN!
Bappeda Sumenep Perkuat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Antar-OPD Jadi Kunci

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:44 WIB

Di Balik Kebaktian Sosial, Jeritan Anak Tak Terjawab

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Berebut Peluang Menuju Liga 4

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Rakor PBI JKN, Bappeda Sumenep Tekankan Pentingnya Data Akurat dan Bantuan Tepat Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Jangan Lepas dari Pemeriksaan: Kelalaian Menyebabkan Kematian, Mengapa Harus di Sungai?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Gedung SDN Ambunten Barat III Retak & Rapuh, Komite Minta Segera Ditindak — Jangan Tunggu Ada Korban

Berita Terbaru