Punya WIUP & Eksplorasi, Tambang Pasir Susukan Kidul Desa Rogojampi Tetap Rusak Alam — LSM Formasi: Aparat Penegak Hukum Harus Tegas

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, 18 Juni 2026 — Aktivitas pengambilan pasir di Dusun Susukan Kidul, Kecamatan Rogojampi, terus berjalan gencar meski hanya mengantongi izin WIUP dan IUP Eksplorasi, bukan izin produksi. Akibatnya, kerusakan lingkungan dan fasilitas umum makin terlihat nyata, sementara sikap aparat dinilai lemah dan tidak tegas menindak.

Ketua LSM Formasi memberikan pernyataan tegas kepada awak media:

“Jangan dibohongi dengan alasan sudah punya WIUP dan izin eksplorasi. Secara hukum, dua dokumen itu hanya sah untuk mengukur, meneliti, dan menghitung cadangan — TIDAK BOLEH untuk menggali, mengangkut, apalagi menjual pasir secara massal. Kegiatan ini jelas melampaui batas izin, merusak alam, dan tetap masuk kategori pelanggaran.”

Ia menegaskan dampak yang ditimbulkan sudah nyata di depan mata:

“Lihat saja kondisinya: tebing sungai terkikis, aliran air keruh mengganggu irigasi sawah, jalan desa hancur diterobos truk besar, dan risiko banjir serta longsor makin tinggi. Kerusakan ini terjadi karena izin yang tidak lengkap disalahgunakan. Yang lebih memprihatinkan lagi, Aparat Penegak Hukum (APH) terlihat diam dan tidak bertindak secara tegas dan seolah-olah membiarkan pelanggaran berlangsung terus.”

Menurut peraturan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan, kegiatan pengambilan bahan galian untuk diperjualbelikan hanya boleh dilakukan jika telah memiliki IUP Operasi Produksi. Tanpa dokumen itu, apapun alasannya tetap melanggar hukum dan dapat dijerat sanksi berat.

“Kami menilai ini ketidak tegasan aparat. Kalau aturan sudah jelas, kenapa pelanggaran dibiarkan berlanjut? Jangan sampai hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil, tapi lemah saat berhadapan dengan pelaku usaha. Keuntungan segelintir orang tidak boleh merusak masa depan lingkungan dan merugikan kepentingan warga banyak,” tegasnya lagi.

LSM Formasi mendesak instansi terkait segera:

Menghentikan seluruh aktivitas pengambilan pasir sampai izin lengkap terpenuhi

Memeriksa dan menjatuhkan sanksi sesuai undang-undang atas l

penyalahgunaan izin
Memaksa pengelola memperbaiki kerusakan lingkungan dan jalan yang rusak

Bertindak tegas tanpa pandang bulu agar hukum berjalan adil

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pengelola tambang maupun instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi Kawasan Transmigrasi di Lahat, Wamen Viva Yoga: Rehabilitas Sekolah dan Sertipikati Lahan Segera Kita Tuntaskan
Sarasehan PAN Gresik, Viva Yoga: PAN selalu Lolos ke Senayan
Hadiri Sidang Doktor Luluk Nur Hamidah, Wamen Viva Yoga Sebut Pola Distribusi Kader NU Mirip HMI
Sinergi KKP-Kementrans, Wamen Viva Yoga: 17 Satuan Permukiman Transmigrasi Akan Menjadi Kampung Nelayan Merah Putih
Wamen Viva Yoga: Polri Harus Dekat dengan Rakyat dan Jadi Pengawal Demokrasi
Lembaga Formasi Minta Kepolisian Tindak Tegas Tambang Ilegal di Banyuwangi, Meski Ada yang Membekingi
Uya Kuya Gantikan Eko Patrio Pimpim PAN DKI Jakarta
Minat Bertani Meningkat, DKPP Sumenep Optimistis Luas Lahan Tembakau Bertambah pada Musim Tanam 2026

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:28 WIB

Kunjungi Kawasan Transmigrasi di Lahat, Wamen Viva Yoga: Rehabilitas Sekolah dan Sertipikati Lahan Segera Kita Tuntaskan

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:50 WIB

Sarasehan PAN Gresik, Viva Yoga: PAN selalu Lolos ke Senayan

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:11 WIB

Hadiri Sidang Doktor Luluk Nur Hamidah, Wamen Viva Yoga Sebut Pola Distribusi Kader NU Mirip HMI

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:11 WIB

Sinergi KKP-Kementrans, Wamen Viva Yoga: 17 Satuan Permukiman Transmigrasi Akan Menjadi Kampung Nelayan Merah Putih

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wamen Viva Yoga: Polri Harus Dekat dengan Rakyat dan Jadi Pengawal Demokrasi

Berita Terbaru