SUMENEP – JATIMEKSPOS, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep menuai kritik dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Moh Ali Hasan yang mengaku mewakili aspirasi masyarakat kecil.
Menurutnya, antrean kendaraan yang mengular selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Solar Subsidi telah mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya mereka yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.
“Banyak pekerja informal, pengemudi ojek, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum kehilangan waktu produktif hanya karena harus mengantre BBM. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat,” ujar Moh Ali Hasan dalam pernyataan tertulisnya.
Ia juga menyoroti informasi yang beredar mengenai dugaan pembatasan pasokan atau pengurangan kuota harian BBM di SPBU. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, kebijakan tersebut perlu dievaluasi karena dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Moh Ali Hasan menilai, apabila tujuan pembatasan dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan subsidi atau praktik penyelewengan, maka langkah yang lebih tepat adalah memperketat pengawasan terhadap oknum yang melanggar, bukan mengurangi pasokan yang justru dirasakan masyarakat luas.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa sebagai badan usaha yang bertugas menyediakan energi bagi masyarakat, PT Pertamina (Persero) diharapkan mampu menjamin ketersediaan BBM agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Menurutnya, kelangkaan BBM juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak lain, mulai dari meningkatnya biaya operasional masyarakat, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga munculnya praktik penjualan BBM dengan harga di atas ketentuan.
Melalui pernyataannya, Moh Ali Hasan menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah dan PT Pertamina (Persero), di antaranya memastikan distribusi BBM berjalan lancar, menjaga ketersediaan stok di SPBU, menambah frekuensi distribusi apabila diperlukan, serta menghadirkan solusi yang tidak membebani masyarakat.
Ia berharap persoalan antrean panjang BBM di Kabupaten Sumenep dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kebutuhan energi tetap terpenuhi.
(Redaksi akan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga maupun instansi terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi distribusi BBM di Kabupaten Sumenep.)
(Red Je)









