JATIMEKSPOS.COM, SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mencatat adanya peningkatan minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk terjun ke sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah optimistis luas lahan tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep akan bertambah pada musim tanam tahun 2026.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan berdasarkan hasil pendataan kelompok tani di 27 kecamatan, jumlah petani muda yang mendaftar sebagai anggota kelompok tani terus mengalami peningkatan.
Menurutnya, tumbuhnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi modal penting dalam upaya memperluas areal tanam tembakau di Kabupaten Sumenep.
“Animo anak muda bertani sekarang mulai tumbuh. Banyak yang melihat pertanian itu punya masa depan, apalagi didukung teknologi dan harga komoditas yang stabil. Ini modal bagus untuk perluasan lahan,” ujar Chainur, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan data DKPP Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau pada tahun 2024 mencapai sekitar 18.000 hektare. Namun pada tahun 2025 mengalami penurunan menjadi sekitar 14.000 hektare.
Meski demikian, pihaknya optimistis luas lahan tembakau akan kembali meningkat pada musim tanam tahun ini karena masih tersedia potensi lahan yang cukup besar, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” kata pria yang akrab disapa Inung tersebut.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan para penyuluh pertanian di sejumlah kecamatan menunjukkan sebagian petani telah memulai tahapan awal musim tanam dengan melakukan penyemaian benih tembakau.
Untuk mendukung peningkatan produksi, DKPP telah menyiapkan berbagai program pendampingan kepada petani, mulai dari bimbingan teknis, penyediaan benih unggul hingga skema asuransi pertanian.
“Kami sudah siapkan bimbingan teknis, benih unggul, dan skema asuransi pertanian. Kalau petani yakin, lahan pasti meluas. Tembakau Sumenep kualitasnya sudah diakui pasar, jadi tinggal jaga produktivitasnya,” jelasnya.
DKPP Sumenep juga berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga tanaman tembakau dapat tumbuh optimal dan menghasilkan kualitas yang baik sesuai kebutuhan pasar.
“Tentunya kami dan para petani berharap cuaca mendukung dan bersahabat agar hasil tembakau yang dihasilkan berkualitas baik dan memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran,” pungkasnya. (Red)









