Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Irigasi Banyuwangi Dikecam: Proyek Seumur Jagung Harus Dihentikan & Dikoreksi!

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Kualitas pembangunan saluran irigasi yang menjadi tanggung jawab Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi kini dipertanyakan serius. Pelaksanaan yang terkesan amburadul dan diduga mengabaikan spesifikasi teknis yang berlaku, memicu kecaman keras dari Lembaga Formasi.

Ketua Formasi, H. Didik Budhiarto, S.H., menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi awak media, Selasa (29/9/2026). Ia menegaskan bahwa setiap proyek yang dibiayai anggaran rakyat wajib dikerjakan dengan standar mutu yang tinggi, bukan asal selesai,hal ini jelas tampak pada pembangunan irigasi yang berlokasi di Pakis Banyuwangi.

“Jangan asal-asalan membangun fasilitas untuk masyarakat. Ini uang dari pajak rakyat yang digunakan untuk pembangunan, bukan uang pribadi,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

H. Didik menyoroti sikap dinas terkait yang dinilainya kurang aktif dalam pengawasan langsung di lapangan. Ia mendesak petugas teknis agar tidak hanya bekerja di ruangan ber-AC, melainkan turun ke lokasi dan memeriksa secara rinci apakah pekerjaan irigasi tersebut telah sesuai dengan spesifikasi maupun RAB yang disepakati.

“Kalau bisa, turun ke lapangan. Cek silang pembangunan irigasi tersebut, apakah sudah benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan RAB-nya,” ujarnya.

Kritiknya tak berhenti di situ. Ia juga menyoroti pola berulang yang kerap terjadi pada proyek-proyek pemerintah, di mana hasilnya cepat rusak dan tidak bertahan lama.

“Saya menduga, proyek pemerintah itu tidak ada yang becus, hanya mementingkan perutnya sendiri. Banyak proyek pemerintah hanya seumur jagung, sudah ambrol sebelum lama digunakan,” cetusnya.

Oleh karena itu, Formasi berjanji akan terus mengawasi jalannya proyek tersebut hingga selesai. Jika ditemukan ketidaksesuaian yang merugikan masyarakat dan negara, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan koreksi dan memperbaiki mutu pekerjaan demi kepentingan petani dan masyarakat luas.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:47 WIB

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Irigasi Banyuwangi Dikecam: Proyek Seumur Jagung Harus Dihentikan & Dikoreksi!

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Berita Terbaru