Kapolda Jatim Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Warnai Hari Bhayangkara ke-80 di Banyuwangi

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam (13/6/2026), menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja”. Penampilan sang dalang sukses memikat perhatian penonton yang datang dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Acara tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolda Jatim mengatakan, pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi sarana introspeksi sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, kebangsaan, dan tuntunan moral kepada masyarakat.

“Sementara esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Nanang.

Kapolda menambahkan, tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan menggambarkan sosok pemimpin yang mengutamakan keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat. Sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima,” katanya.

Sementara filosofi lakon dalam pewayangan ini, kata Kapolda, menjadi pengejawantahan dari program Semangat Jogo Jawa Timur. Sebuah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tak terpisahkan antara aparat, ulama, umaro dan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.

“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun projo, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi. Karena event ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

“Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga harmoni yang telah terbangun dengan baik,” ujar Ipuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatimekspos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan
KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL
Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput
Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta
Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku
Siapkan 50 Pegiat, Banyuwangi Siap Semarakkan Jalan Nordik Akbar Indonesia 2026 di Prambanan
Sempat melarikan diri saat hendak ditangkap, polisi temukan dua poket sabu 0,16 gram
Kecam Pejabat Banyuwangi dan ASDP Ketapang, Ketua Formasi: Jika Tak Mampu Beri Solusi, Lebih Baik Mundur!

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:12 WIB

Korluh Pasongsongan Ahmad Molyono, SP., MMA. Turun Langsung Sosialisasikan RDKK ke Gapoktandes Abadi Padangdangan

Minggu, 27 September 2026 - 12:06 WIB

KEMACETAN PELABUHAN KETAPANG GILIMANUK LUMPUHKAN ARUS LOGISTIK, KETUA UMUM FORMASI: INI SUDAH MENJADI MASALAH NASIONAL

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

Penerima Manfaat MBG 3B di Sumenep Kecewa, Makanan Bergizi Harus Dijemput

Selasa, 22 September 2026 - 09:56 WIB

Festival Lomba Hadrah Sumenep 2026 Resmi Digelar, Perebutkan Hadiah Rp10 Juta

Selasa, 22 September 2026 - 03:05 WIB

Pembubaran Ibadah di Tangerang Disorot LBH WLJC, Asep Supriana Minta Polisi Usut Dugaan Pelanggaran Huku

Berita Terbaru